DI TERBITKAN OLEH :
SULTANI BUNGIN NATING KAB. ENREKANG
Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim
December 27th 2009 by Abu Muawiah | Kirim via Email
Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim
Segala pujian hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabat seluruhnya.
Keistimewaan metode ini adalah seseorang akan memperoleh kekuatan dan kemapanan hafalan serta dia akan cepat dalam menghafal sehingga dalam waktu yang singkat dia akan segera mengkhatamkan Al-Quran. Berikut kami akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah Al-Jumuah:
1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.
2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.
3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.
4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali
5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.
7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.
8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.
9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.
10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.
Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan sampai kamu menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.
Keistimewaan metode ini adalah seseorang akan memperoleh kekuatan dan kemapanan hafalan serta dia akan cepat dalam menghafal sehingga dalam waktu yang singkat dia akan segera mengkhatamkan Al-Quran. Berikut kami akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah Al-Jumuah:
1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.
2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.
3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.
4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali
5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.
7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.
8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.
9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.
10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.
Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan sampai kamu menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.
JIKA AKU INGIN MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harus membaca hafalan lama (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (muraja’ah) sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.
BAGAIMANA CARANYA AKU MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH HAFALAN BARU?Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi tanpa mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau mengulanginya dari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh karena itu metode yang paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga bagian,yang mana satu bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah berhasil menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa yang telah dihafal, dengan cara setiap hari kamu mengulangi (meraja’ah) sebanyak 8 halaman.
Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.
Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.
Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.
Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.
BAGAIMANA CARA MERAJA’AH AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI ATAS?Mulailah mengulangi Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulanginya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap dua minggu.
Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.
Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.
APA YANG AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QUR’AN SELAMA SATU TAHUN?Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, hendaknya bacaan Al-Qur’an yang kamu baca setiap hari hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana setiap harinya beliau membaca satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sepekan.
Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
نُحَزِّبُهُ ثَلَاثَ سُوَرٍ وَخَمْسَ سُوَرٍ وَسَبْعَ سُوَرٍ وَتِسْعَ سُوَرٍ وَإِحْدَى عَشْرَةَ سُورَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ سُورَةً وَحِزْبَ الْمُفَصَّلِ مِنْ قَافْ حَتَّى يُخْتَمَ
“Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR. Ahmad no. 15578).
Maksudnya:
-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.
-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”.
-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.
-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.
-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.
-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.
-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.
Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:
- Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari pertama dimulai dari surah al-fatihah.
- Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.
- Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.
- Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil yang juga dinamakan surah al-isra`.
- Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy-syu’ara`.
- Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash shaffat.
- Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.
Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.
Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
نُحَزِّبُهُ ثَلَاثَ سُوَرٍ وَخَمْسَ سُوَرٍ وَسَبْعَ سُوَرٍ وَتِسْعَ سُوَرٍ وَإِحْدَى عَشْرَةَ سُورَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ سُورَةً وَحِزْبَ الْمُفَصَّلِ مِنْ قَافْ حَتَّى يُخْتَمَ
“Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR. Ahmad no. 15578).
Maksudnya:
-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.
-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”.
-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.
-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.
-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.
-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.
-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.
Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:
- Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari pertama dimulai dari surah al-fatihah.
- Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.
- Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.
- Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil yang juga dinamakan surah al-isra`.
- Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy-syu’ara`.
- Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash shaffat.
- Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.
Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.
BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP) DALAM AL-QUR’AN?Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya menurut kamu hampir sama (mutasyabih), adalah dengan cara membuka mushaf dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah perbedaan antara kedua ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah tanda/catatan (di dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk membedakan antara keduanya. Kemudian, ketika kamu melakukan murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara berulang-ulang sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara keduanya.
BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN:1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu jika salah.
2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.
3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah sampai An-Nas.
4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat mengingat letak-letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang ada di awal halaman sebelahnya.
5- Setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi’ (pengumpulan hafalan). Karenanya janganlah kamu bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada sembarang orang.
2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.
3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah sampai An-Nas.
4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat mengingat letak-letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang ada di awal halaman sebelahnya.
5- Setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi’ (pengumpulan hafalan). Karenanya janganlah kamu bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada sembarang orang.
[Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi]
Incoming search terms:
- cara menghafal al quran
- menghafal al quran
- cara menghafal alquran
- cara mudah hafal al quran
- menghafal alquran
This entry was posted on Sunday, December 27th, 2009 at 3:41 pm and is filed under Ilmu Al-Qur`an. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
66 responses about “Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim”
Tafadhdhal komentari artikel
Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim
Info Terbaru
| ALHAMDULILLAH TELAH TERBIT: STUDI KRITIS PERAYAAN MAULID NABI -shallallahu alaihi wasallam- Baca Sinopsisnya di Sini |
Kategori
- Home
- Akhlak dan Adab
- Aqidah
- Artikel Umum
- Download
- Ekonomi Islam
- Ensiklopedia Hadits Lemah
- Fadha`il Al-A'mal
- Fatawa
- Fiqh
- Hadits
- Ilmu Al-Qur`an
- Jawaban Pertanyaan
- Jihad dan Terorisme
- Manhaj
- Muslimah
- Quote of the Day
- Ragam
- Seputar Anak
- Siapakah Dia?
- Syubhat & Jawabannya
- Tahukah Anda?
- Tanpa Kategori
- Warisan
- Zikir & Doa
Arsip
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
Site Info
Statistik Kunjungan
| Online | : | 18 |
| Hari ini | : | 273 |
| Total | : | 585,314 |
| IP Address | : | 223.255.226.197 |
Artikel Terbaru
- Bolehkah Menjamak Shalat Jum’at Dengan Shalat Ashar?
- Jika Imam Lupa Satu Rakaat
- Hukum Jual Beli Saham
- Hukum Jima’ Menghadap dan Membelakangi Kiblat
- Jika Lupa Membaca Zikir di Awal Amalan
- Menjamak Shalat Tanpa Udzur
- Ezine Islami Al-Atsariyyah
- Hukum Berteman Dengan Non Muslim
- Iddah Wanita yang Ditinggal Mati Suami
- Mengeluarkan Zakat Dari Warisan
Terbanyak Dibaca
Komentar Terbaru
- Nur on Perbedaan Mani, Madzi, Kencing, dan Wadi
- Wafie on Bacaan Dalam Shalat Subuh
- Ummu Firdaus onTathayyur (Pamali) Adalah Syirik
- muslimun on Menjamak Shalat Tanpa Udzur
- ahmad on Beberapa Catatan Bagi Yang Junub
- ahmad on Sifat Mandi Junub Nabi -shallallahu alaihi wasallam-
- abu farhan abdulmajid bin haruna onMenjamak Shalat Tanpa Udzur
- sumayadi on Kain Sutra dan Kencing Bayi
- fahrizal on Perbedaan Mani, Madzi, Kencing, dan Wadi
- Fahrul on Hukum Berteman Dengan Non Muslim
Web Arab
Web Salafy Indonesia
Subscribe RSS
Meta
Copyright © 2008 Al-Atsariyyah.Com | Right to Copy
Telp : 081355441994 | info @ al-atsariyyah.com
Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim
Telp : 081355441994 | info @ al-atsariyyah.com
Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim

December 29th, 2009 at 10:00 am
December 29th, 2009 at 1:19 pm
December 30th, 2009 at 1:38 am
December 31st, 2009 at 2:48 am
January 6th, 2010 at 10:55 am
January 20th, 2010 at 3:05 am
January 22nd, 2010 at 1:51 am
January 31st, 2010 at 12:39 am
http://uswahtech.uswah.net/home
February 22nd, 2010 at 9:30 am
March 19th, 2010 at 10:28 am
March 24th, 2010 at 1:23 am
April 12th, 2010 at 1:30 pm
April 15th, 2010 at 3:10 am
Alhamdulillahirabbil ‘alamin. .
Postingan antum sangat bgus. . . Akhi jd brsemangat untuk menghafal alquran nul kariim.
Syukron.
Wasslamualaikum..
April 24th, 2010 at 1:22 pm
April 27th, 2010 at 3:37 pm
May 1st, 2010 at 12:56 am
May 31st, 2010 at 3:19 am
June 1st, 2010 at 7:05 am
June 18th, 2010 at 6:46 am
June 26th, 2010 at 11:42 pm
June 26th, 2010 at 11:44 pm
July 4th, 2010 at 9:41 am
postingan ini menukil dari tulisannya syaikh DR.Abdul Muhsin Al-Qosim toh…disitu ditulis imam dan khathib di Masjid Nabawi…udh dngr sdkt murottal/bacaan beliau via cd…lumayan juga…mudah2an bisa memacu semangat utk menambah hafalan…
July 10th, 2010 at 3:04 am
July 25th, 2010 at 12:44 am
Berkenaan dengan bulan Ramadlan, biasanya banyak jamaah / pengurus masjid
melaksanakan ‘tadarus al qur’an’ (membaca al qur’an beramai-ramai) di dalam
masjid. Pelaksanaannya, ada yg satu orang membaca sedang jamaah lain
mendengarkan dan bergilir membacanya, ada pula yg membacanya secara
bersamaan (secara serentak).
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, ana menanyakan bagaimana hukumnya ?
bagaimana fatwa ulama salaf ttg hal tsb ? kalau bisa disertai dengan
dalil/fatwanya.
Atas jawaban ustadz diucapkan jazakumullah khairan.
July 25th, 2010 at 12:59 am
“Artinya : Apabila suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) sambil membaca Al-Qur’an dan saling bertadarus bersama-sama, niscaya akan turun ketenangan atas mereka, rahmat Allah akan meliputi mereka, para malaikat akan melindungi mereka dan Allah menyebut mereka kepada
makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya” [Hadits Riwayat Muslim ]
maksud dari kalimat “bertadarus bersama-sama” itu, apakah membacanya secara bersama-sama?
August 1st, 2010 at 3:19 pm
August 4th, 2010 at 1:54 am
mohon izin untuk dishare di fb, terima kasih
wassalamu’alaikum
September 2nd, 2010 at 6:33 pm
Jazakallahu khairan.
September 20th, 2010 at 9:56 am
October 1st, 2010 at 7:22 am
October 3rd, 2010 at 1:50 pm
Saya kembali termotivasi membaca tulisan ini.
Smoga Allah memudahkan saya & kaum muslimin semuanya tuk menghapal & mengamalkan Al-Qur’an yang mulia ini. Amiin.
Apakah yang dimaksud membaca 20 kali, adalah bnr2 membaca?
Atau dalam 20 kali tersebut termasuk menghapalkannya? (Tanpa melihat teks).
جَزَاك اللهُ خَيْرًا
October 6th, 2010 at 1:59 am
October 23rd, 2010 at 3:25 am
October 28th, 2010 at 2:12 am
stelah mmbaca artikel ini,sy semakin semangat untuk menghafal karena telah menemukan jawaban dari kesulitan sy selama ini.
jzakallah ustadz…
November 5th, 2010 at 4:27 am
November 10th, 2010 at 7:11 am
November 22nd, 2010 at 7:12 am
Minta ijin share di FB & krm ke email ustad…
November 30th, 2010 at 1:55 am
klo ngga’ merepotkan mohon kiranya ustadz mengirimkan artikel ini ke email ana di:
aswaja_jkt@ymail.com
atas bantuan nya ana ucapkan jazakukumullohu khoiron katsiero wa barokallohufiekum
December 2nd, 2010 at 2:34 am
December 3rd, 2010 at 9:52 am
December 14th, 2010 at 7:27 pm
January 17th, 2011 at 5:48 am
met siang ustad ( dipanggil ustad aja yo )
matur suwun artikelnya,semoga semua orang yang terlibat dalam penulisan ini selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah…amien…
saya mau tanya ni, saya tipe orang yang belajar ( termasuk menghafalkan) dengan cara mendengarkan atau memaksimalkan daya pendengaran. sehingga klo menghafal tu lebih enak pake murotal dari mp3. ada tips khusus g buat tipe penghafal seperti saya. suwun
oh iya,,,,,lupa,,,,,ijin buat neg-save ya ustad.
February 16th, 2011 at 12:10 pm
ustadz, apa benar jika kita menghafal alqur’an,truz lupa kita akan berdosa? jika iya, apa solusi yang harus saya ambil jika saya ingin menghafl alqur’an,tetapi saya jika sudah hafal 1 surah truz masuk surah ke dua, surah yg pertama lupa.mohon penjelasannya,terimakasih.
February 26th, 2011 at 6:50 am
March 1st, 2011 at 11:38 am
March 15th, 2011 at 6:36 am
semoga tulisan ini di berkahi ALLAH.
amin
March 24th, 2011 at 8:30 am
April 6th, 2011 at 9:38 am
April 17th, 2011 at 4:59 am
April 27th, 2011 at 8:22 pm
April 30th, 2011 at 8:01 am
izin copy artikelny. dan juga ada yang ingin ana tanyakan. usia ana sudah 24 tahun n ana ingin sekali menghafal Al-Quran, ana pernah membaca buku bahwa usia dini sampai usia 23 tahun merupakan usia yang paling bagus untuk menghafal Al-Quran yang itu berarti ana sudah terlambat untuk memulainya..bagaimana pendapat antum?
jazakumullahukhair..
May 18th, 2011 at 9:32 am
May 23rd, 2011 at 4:42 pm
May 28th, 2011 at 5:23 pm
June 3rd, 2011 at 1:21 am
June 18th, 2011 at 11:29 am
June 25th, 2011 at 11:37 pm
July 6th, 2011 at 9:03 pm
July 10th, 2011 at 7:44 am
terimakasih atas postingan yang sangat bermanfaat. Bismillah saya akan laksanakan sendiri, dan mohon izin untuk menyiarkan kembali pada web saya, agar syiarnya tambah.
July 12th, 2011 at 8:34 am
July 13th, 2011 at 9:54 am
Setelah beberapa hari saya baca lagi website ini baru saya tahu masalah tersebut, tetapi saya sudah terlanjur ‘enak’ membaca/menghafal dari ayat 1 Al-Baqarah – dan berlanjut ke Surah berikutnya.
Apakah sebaiknya saya mengubah metode urutan surah-nya atau meneruskan saja yang sudah/sedang dilakukan sekarang?
Jazakumullah khoiron katsiron.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
July 13th, 2011 at 8:10 pm
July 16th, 2011 at 6:34 pm
July 16th, 2011 at 6:35 pm
July 20th, 2011 at 5:15 pm
July 22nd, 2011 at 1:57 am
jazakumullah atas tips nya yang sangat berfaidah ini ,,,, semoga bisa menambah ghiroh ana dan saudara kita untuk bersemanngat di dalam menghapal kitabullah